• 11

    Jul

    Jokowi Lagi, Lagi-Lagi Jokowi..

    Jokowi, nama ini kembali mengusikku. Dua tahun yang lalu (kurang lebih), ketika aku dalam perjalanan dari Tangerang hendak ke Semarang, di dalam bis aku sebangku dengan seorang ibu yang baru saja menengok anaknya yang baru diterima kerja di laboratorium Rumah Sakit kawasan BSD Tangerang. Ibu ini berasal dari Solo yang waktu itu aku tahu walikotanya sedang berbeda pendapat dengan gubernurnya tentang pemanfaatan lahan yang akan dibangun sebuah Mall. Setahuku para tukang becak di Solo tak rela dan berdemo membela walikotanya karena disebut bodoh oleh sang gubernur. Bu Retno, sang ibu itu, membenarkan bahkan dia ikutan membela dan memuji habis walikotanya. Aneh hari gini masih ada orang yang memuji pemimpinnya, boro-boro wali kota, presiden saja dihujat kok pikirku waktu itu.. Karena aneh ak
  • 26

    Apr

    Penipuan Lewat Facebook ?

    Beberapa hari yang lalu di facebook ku tiba-tiba ada seorang bule, ingin dikonfirmasi sebagai teman. Aku lihat profilnya gak jelas karena ia hanya berbagi informasi kepada yang sudah menjadi teman saja. Karena ada sekitar 40 teman yang sama maka aku terima saja sebagai teman, mungkin suaminya teman atau temenya temen, tak masalah toh gratis dan tak kena pajak ini. Dua hari yang lalu sepulang kantor sambil menikmati teh manis hangat melepas lelah aku iseng online, periksa kalau kalau ada sapaan atau info penting di facebook ku, eh tiba-tiba sang bule menyapa untuk chatting Hey are you there? Waduh kena deh.. biasanya aku tak suka lama-lama fesbukan, mending googling, baca berita online atau blog walking yang jelas lebih banyak memberi nilai tambah. Tapi tak sopan ditegur orang lalu kita cu
  • 20

    Apr

    Hari Kartini Bukan Hari Berkebaya Nasional

    RA Kartini Kemarin ketika aku hendak pulang ke Semarang, istriku menelpon minta dibawain jas kecil agar bisa dipakai Ihsan (anakku yang TK) pada hari Kartini. Di sekolah mau ada acara, anak-anak perempuan memakai kebaya dan laki-laki menyesuaikan begitu alasan istriku. Acaranya fashion show terus arak-arakan pakai mobil kelinci keliling komplek. Tanggal 21 April memang diperingati sebagai hari Kartini, hari emansipasi wanita Indonesia. Kebetulan bunda Kartini memang berkostum kebaya. Jadi untuk mengenang perjuangan RA Kartini orangpun memiripkan diri dengan penampilan fisik bunda Kartini dengan berkebaya ria. Sudah jadi hal yang lumrah kalo pada hari Kartini orang-orang sibuk mendadak kebaya. Di sekolah ada lomba keluwesan berkebaya, di lain tempat ada sepeda santai dengan kostum keba
  • 13

    Apr

    Pelajaran dari 'Buku Istri Simpanan'

    simpanan??? Baru baru ini buku pelajaran kelas 2 SD yang berisi cerita tentang istri simpanan ramai dibicarakan. aku termasuk orang yang menyesalkan beredarnya bacaan seperti itu di kalangan anak-anak SD. Anak usia SD adalah ibarat kertas kosong yang sangat bergantung kepada norma apa yang akan diterimanya. Jika dalam usia tersebut sudah dikenalkan pada budaya keluarga rusak maka dia akan menerimanya sebagai kewajaran dalam melihat tatanan keluarga yang rusak. Bahkan repotnya lagi ternyata tak cuma istri simpinan tapi juga urusan rebutan wanita dan sadisme sudah masuk dalam pelajaran SD. Naudzubillah min dholik! Sebuah cerita, apalagi dalam buku pelajaran sekolah, sebenarnya mempunyai posisi strategis dalam penanaman suatu nilai. Tak heran bila dalam kitab suci banyak berisi cerita-cer
  • 31

    Mar

    Demo Rusuh Karena Komunikasi yang Gagal

    stop anarkis! Kemarin ketika sholat maghrib jamaah di masjid HPku bernyanyi 3x karena ada sms masuk. Aku merasa bersalah karena mengganggu ke khusukan jamaah lain. Seusai sholat aku baca, 2 sms dari ortu dan 1 sms dari anakku. Anakku sms tentang hasil psikotest di sekolah dan ibuku sms yang intinya JANGAN IKUT DEMO dan pergi-pergi dulu keadaan kacau dan berbahaya! Ah, pasti ibuku sedang mersani (nonton) TV dan mengakawatirkan keadaan demo yang mengarah anarkis dan berpotensi chaos. Wajar kalau ibuku begitu kuatir, karena yang pertama aku memang pernah beberapa kali ikut demo, pernah merasakan juga sesak dan pedihnya lemparan gas air mata dan kedua statusku saat ini aku juga masih tercatat sebagai mahasiswa di Jakarta (pasca sarjana, tugas belajar dari kantor). Saat itu kalau nonton TV
  • 24

    Mar

    Pakailah Batik Walau Sampai ke Negeri Cina

    Batik Indonesia adalah suatu peninggalan budaya yang unik sekaligus menarik. Konon, jaman dahulu batik juga dipakai sebagai lambang status sosial seseorang. Semakin rapi dan rumit detail suatu batik yang dikenakan seseorang semakin tinggi pula gengsi orang tersebut. Karena itu tak heran bila motif batik pakaian raja-raja Jawa jaman dulu tak boleh dipakai oleh sembarang orang. Motif batik sangat beragam, seperti motif tumbuhan, binatang, ombak ataupun benda alam lainya. Meskipun demikian, ada juga motif klasik standar nan apik. Motif klasik itu misalnya motif parang, yang bentuknya berderet secara diagonal miring 45 derajat, contohnya parang kusuma, parang barong dan parang rusak. Motif klasik lain misalnya motif kawung yang mirip bulatan-bulatan yang saling berpotongan atau seperti tebar
  • 23

    Mar

    Mari kita Nyepi...

    Hari ini umat Hindu sedang merayakan pergantian tahun baru Saka (Isakawarsa). Namun tak seperti pergantian tahun baru masehi yang diawali dengan letusan kembang api mahal yang hanya dibakar dalam hitungan detik. Tahun baru ini diawali dengan penghentian semua aktivitas keduniawian, seperti tidak memasak, tidak menyalakan lampu (amati geni), tidak menonton hiburan (amati lelanguan), tidak berpergian (amati lelungan) dan tidak bekerja (amati karya). Terus.. ngapain dong? Pertanyaan itu pernah juga aku tanyakan kepada teman kantorku, Wayan, seorang penganut Hindu yang taat. Ya kita, berdoa, merenung dan medekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa Oo gitu ya. Jika pengertian nyepi seperti yang katakan Wayan itu, maka dalam ajaran Islam pun ada kemiripan. Bukankah Rasulullah Muhammad SAW juga men
  • 5

    Mar

    Menghukum Orang yang Disiplin

    Di undangan jelas-jelas tertulis acara dimulai pukul 8.00 WIB. Itu artinya jam 08.00 WIB tet, acara harus segera dimulai. Tapi kenyataanya masih kurang dari separo undangan yang datang, itupun kalau panitia juga dihitung. Seksi acara masih terlihat santai-santai saja, bahkan keluar lagi untuk mengobrol dengan beberapa orang yang masih di luar, ada yang menunggu teman ada juga yang masih ingin menghabiskan sisa rokoknya. Setelah lebih dari sepuluh menit aku protes, aku datangi ke pembawa acara, menanyakan kenapa belum juga dimulai? Nantilah Pak, masih banyak yang belum datang, kita tunggu setengah jam lagilah.. Ini kejadian kesekian kali…. kali, kali, kali dan kali aku alami. Bahkan mungkin kalau dihitung secara statistik, rasanya lebih dari 70% acara yang aku datangi, selalu molor d
  • 27

    Feb

    Kopeng Punya Cerita

    Anda tahu nadar bukan? Nadar atau nazar adalah suatu janji kepada Tuhan untuk melakukan suatu tindakan bila keinginanya terpenuhi atau dikabulkan oleh Tuhan. Karena janji kepada Tuhan maka nadar itu harus, wajib dan kudu mesti dilakukan banget. Cerita yang akan Anda baca berikut berkaitan dengan nadar (tapi bukan Nazarudin) dan masih ada hubunganya dengan tulisanku yang berjudul Mohon Sorry Pak Polisi. Sebagai anak lulusan SMA waktu itu, adalah impian yang indah bila bisa diterima di perguruan tinggi negeri, wouw . dan lebih indah lagi kalau bisa diterima lewat jalur PMDK . Impian yang teramat indah, keren dan bergengsi. Kamipun waktu itu, anak-anak genk Primagama juga berandai-andai seperti itu. Tak tahu siapa yang memulai lebih dahulu, kamipun bersepuluh masing-masing mengucapkan nadar
  • 6

    Feb

    Indahnya Hidup Bertetangga

    Tadi pagi setelah aku tinggal selama empat hari ke semarang, aku pulang mendapati rumahku agak berbeda. Jalanan depan rumah bersih dari rumput. Begitupun dinding selokan depan rumah sudah rapi setelah berbulan-bulan ada batakonya yang lepas (ambrol) gara-gara terlindas mobil material yang berjalan terlalu ke tepi. Anehaku hidup di alam nyata jadi tak mungkinlah kalau tadi malam datang seorang peri menyulap jalanan depan rumahku..cliiiing! Atau tak mungkin juga kalau tadi malam datang sekelompok kurcaci kecil bergotong royong membereskan jalanku. Lalu? Sejak tiga tahun ini aku tinggal sendiri di rumah itu (di Tangerang), anak-anak dan istri pindah ke Semarang. Aku tak punya pembantu, tak juga menyuruh tukang untuk memperbaiki selokan depan rumahku. Bekas kerja bakti wargapun tak ada, kare

Author

Seseorang yang ingin berbagi pengalaman atau ide lewat tulisan

Follow Me