• 6

    Apr

    Umroh, berpikir positif lebih enjoy

    Beberapa waktu yang lalu Alhamdulillah, saya berkesempatan pergi menjalankan ibadah Umroh. Berangkat dari Jakarta transit di Dubai (sekaligus ganti baju ikhrom) dan turun di Jeddah, dan selanjutnya naik bus menuju Makkah Al Mukaramah. Tiba di Mekah sudah tiba waktu Ashar, kami makan dulu di hotel meletakan barang-barang dan berangkatlah kami menuju Masjidil Haram yang hanya berjarak 200 meter dari hotel kami. Ritualnya, standart saja Thawaf, Said an Tahalul. Eh, kalau orang bilang kalau di sana jangan berpikiran macam-macam karena bisa langsung keturutan, ternyata benar lho, saya juga mengalaminya! Yang namanya pakai pakaian Ihrom laki-laki itukan ketika Thawaf lengan kanan terbuka dan di sanakan bercampur laki-laki dan perempuan. Nah saya tuh takut banget kalau senggolan sama perempuan
  • 21

    May

    Ketika Rasa Sakit Menjadi Indah

    Hari itu aku benar-benar tipis volume dompetku. Betapa tidak, baru dua bulan lalu istriku masuk rumah sakit karena harus operasi, sebulan kemudian anakku pindah sekolah dan aku sedang renovasi rumah yang sudah tiga bulan belum kelar juga dan hingga akhirnya aku stop saja dulu karena badgetnya sudah jauh melampaui rencana anggaran. Dan kau tahu apa yang aku alami saat itu? Badanku sudah tiga hari menggigil kedinginan yang tak terhingga, kepala pusing dan untuk berdiri walau sesaat rasanya sempoyongan. Istriku berulang kali menyarankan untuk kedokter, tapi aku pikir hanya masalah tensi saja yang sedang tinggi, seperti beberapa hari yang lalu. Tapi karena besok pinginnya bisa berangkat ngantor makanya akupun menyerah juga mau ke dokter. Astaga, ternyata hasil pemeriksaan aku dicurigai terken
  • 27

    Apr

    Kita Butuh Ustadz Gaul

    Inalillahi wa inailaihi rojiun Saya turut berduka ketika mendengar berita kepergian Ustadz Jeffry Al Buchori beberapa hari yang lalu. Berita kepergianya cukup mendominasi hampir semua media massa yang ikuti. Pembicaraan di kantor, di rumah, para tetangga pun membahas tentang kematian mengejutkan seorang ustadz dengan begitu banyak penggemar itu. Satu hal yang cukup unik pada diri beliau adalah sebutan sebagai ‘ustadz gaul’. Aku cukup tergelitik dengan sebutan ini dan secara pasti tidak tahu apa yang dimaksud dengan istilah ‘gaul’ ini sesungguhnya. Di kamus istilah gaul diartikan sebagai berteman atau bersahabat. Namun dalam istilah sehari-hari kata gaul sering diartikan sebagai mengikuti perkembangan sekitarnya (masyarakat kebanyakan) atau kebalikan dari istilah &#
  • 9

    Apr

    Haruskah Menjadikan Anak Sebagai Juara?

    Ihsan (berkaos merah) sedang ikut lomba Ihsan, anakku kelas TK B sejak Desember lalu pindah sekolah, mengikuti ibunya yang kembali sekota denganku. Di sekolah barunya Ihsan ternyata cukup mengejutkan gurunya, karena ternyata dalam pelajaran mewarnai, sangat bagus pilihan warnanya dan bahkan bisa mewarnai gambarnya menggunakan gradasi warna (he, he.. terang aja ketika di Semarang diakan ikut les melukis). “Aduh Bu, Ihsan telat, nih sekolah di sininya. Baru aja bulan lalu ada lomba mewarnai “Kata Bu Guru kepada istriku ketika itu. Karena dianggap bagus gambar hasil mewarnai Ihsan sering ditunjukan ke depan kelas kepada teman-temannya, “Coba lihat anak-anak ini siapa yang mewarnai?” Tanya Bu Guru. “Bu Guru!!!” jawab ana-anak.” Bukan ini yang buat
  • 12

    Feb

    Selasar Kartini Salatiga

    selasar kartini Kalau dulu kalau warga Salatiga ingin jalan-jalan pagi, atau sepedaan bersama keluarga tempatnya cuma satu yaitu lapangan Pancasila. Namun kini warga kota berhawa sejuk itu punya tempat tongkrongan baru, namanya Selasar Kartini. (Mungkin aku telat mengunjunginya) Dinamakan Selasar Kartini, sepertinya karena tempat ini memang terletak di jalan Kartini Salatiga. Persisnya dari depan SDN 4 dan 5 hingga ke SMPN 1 dan 2 Salatiga. Wujudnya memang hanyalah trotoar lebar di salah satu sisi jalan Kartini. Namun kecerdasan ide pembuatnya, patut aku acungin jempol. Dahulu tempat ini hanyalah ruas tepian jalan dengan perbedaan level yang cukup tinggi, sehingga sulit untuk pemanfaatanya. Ada pohon besar berderet di tepian jalan ini dan di bawahnya sekitar 2-3 meteran di bawahnya ad
  • 11

    Jan

    Gara-gara Polisi Tidur

    Ini bukan persoalan polisi yang kecapaian hingga tertidur, juga pula polisi yang ketiduran ketika menjalankan tugas. Ini adalah soal gundukan yang sengaja dibuat di jalan untuk mengingatkan agar para pengendara berjalan pelan-pelan. Aku sendiri tidak tahu mengapa gundukan seperti itu dinamain polisi tidur, padahal bentuknyapun tak ada mirip miripnya dengan pak polisi yang sedang bobo. Ya, gara-gara gundukan itulah tetangga kami saling gondok. Sebut saja mereka Pak Sastro dan Pak Agus (nama samaran). Mereka tinggal di satu komplek perumahan. Pak Agus di sektor satu sedangkan Pak Sastro di sektor lima. Untuk akses masuk dan keluar warga sektor lima harus melewati sektor satu sehingga sebenarnya jalan utama sektor satu juga milik warga sektor lima juga. Jalan utama itu memang sepakat dimilik
  • 9

    Dec

    Bunuh Dirikah? (Potret Suram Dunia Pendidikan Kita)

    mari bersihkan Tetanggaku ini sebut saja namanya Pak Sabar (bukan nama sebenarnya), rupanya memang harus banyak bersabar. Meski ijazah SMA ia miliki, namun dia harus menjalani profesi sebagai seorang tukang bangunan. Anaknya ada lima orang, empat laki-laki dan yang bontot seorang cewek mungil yang masih balita. Anak pertamanya yang sudah lulus SMU sudah kerja di sebuah pabrik. Aku cukup hafal, rasanya tiap menjelang ujian anaknya selalu mendapat teguran dari sekolah, tidak bisa mendapat kartu ujian karena masih ada tunggakan uang sekolah yang belum dibayar. Bahkan yang sudah kerjapun, hingga saat ini ijazahnya masih ditahan di sekolahnya karena masih banyak tunggakan yang belum terbayar. Lho bukanya sekolah gratis? Betul secara teori memang gratis kawan, ada dana BOS segala tapi hal
  • 4

    Dec

    Mendadak Cowboy (Mission Impossible)

    Hari itu jadwalku untuk pulang ke Semarang. Aku sengaja memilih naik kereta api malam agar tidak mengganggu jam kerjaku. Pilihan lain yang ekonomis adalah naik bus. Tapi ini artinya aku harus pulang setengah hari, karena bus biasanya berangkat sebelum jam lima sore, padahal hari Jumat jam pulang kerja adalah jam setengah lima sore baru keluar dari kantor.
  • 20

    Oct

    Anakku Nyontek tapi Aku Tersanjung

    at wonosobo Eit.. sabar dulu kawan don’t judge this story by the title.. ojo su’u dzon, jangan terburu memvonis diriku sebelum Anda selesai membaca tulisan ini. Ini adalah perasaanku yang jujur atas ‘musibah’ yang menimpa anakku kemarin. Begini ceritanya… (‘Adegan ini bukan untuk ditiru’, begitulah bunyi running text di layar tv Anda seandainya tulisan ini disenitronkan nanti….). Berulang kali aku ceritakan di sini kalau aku tinggal berjauhan dengan anak dan istriku, so sebagai bapak dan suami yang (berusaha) baik tiap hari aku teleponan ke istriku, bisa satu, dua atau tiga kali sehari sesudah ataupun sebelum makan sesuai dosis yang ada (lho emangnya minum obat!). Ketika agak longgar di kantor kemarin, aku telepon istriku nanyain k
  • 17

    Aug

    Ketika Agustusan Tanpa Panjat Pinang

    Tujuh belasan kali ini tidak seramai tahum-tahun sebelumnya. Tak ada lomba panjat pinang, tak ada balap karung, tak ada tarik tambang, ada balap kelereng apalagi lomba makan kerupuk…setidaknya betigitulah yang terjadi di komplek dimana aku tinggal. Ya maklum saja sudah dua tahun ini moment tujuh belasan jatuh bersamaan dengan datangnya bulan ramadhan. Jangankan ikutan ngurus kegiatan agustusan (biasanya aku kebagian bikin drama anak-anak) aku bahkan sudah pulang kampung sejak tiga hari yang lalu… Sejujurnya ada kerinduan untuk bisa kumpul rame-rame dengan tetangga menikmati kebersamaan memperingati ulang tahun berdirinya negeri ini. Sebenarnya sih di tempat ortu (di kampungku) ada tirakatan tadi malam selepas shalat tarawih, namun aku sudah tidak pede kumpul bareng dengan t
- Next

Author

Seseorang yang ingin berbagi pengalaman atau ide lewat tulisan

Follow Me