Umroh, berpikir positif lebih enjoy

6 Apr 2014

e04ab26a84e64fb1bc91befa0fec3291_umroh-blog

Beberapa waktu yang lalu Alhamdulillah, saya berkesempatan pergi menjalankan ibadah Umroh. Berangkat dari Jakarta transit di Dubai (sekaligus ganti baju ikhrom) dan turun di Jeddah, dan selanjutnya naik bus menuju Makkah Al Mukaramah. Tiba di Mekah sudah tiba waktu Ashar, kami makan dulu di hotel meletakan barang-barang dan berangkatlah kami menuju Masjidil Haram yang hanya berjarak 200 meter dari hotel kami. Ritualnya, standart saja Thawaf, Said an Tahalul.

Eh, kalau orang bilang kalau di sana jangan berpikiran macam-macam karena bisa langsung keturutan, ternyata benar lho, saya juga mengalaminya! Yang namanya pakai pakaian Ihrom laki-laki itukan ketika Thawaf lengan kanan terbuka dan di sanakan bercampur laki-laki dan perempuan. Nah saya tuh takut banget kalau senggolan sama perempuan (meski pernah dengar dari ustadz kalau sengolan gak batal di sana). Nah ketika mulai memasuki areal thawaf saya udah jaga jarak bener lihat kanan kiri agar gak nyenggol tapi pas baru aja mau sampai Hajar Aswat (garis mulainya thawaf), masya Allah bukan senggolan lagi, sesoarang wanita tiba-tiba memegang lengan kananku yang terbuka Astaghfirullah daripada ragu-ragu ya sudah mending wudlu aja deh. Dengan penuh kehati-hatian saya kembali hendak memulai Thawaf, tapi Astaghfirullah untuk kedua kalinya lenganku di sentuh wanita, yah. keluar lagi deh dan wudlu lagi sambil terus isthighfar(wudlunya pakai air zam-zam dingiiiin banget, saat itukan sedang musim dingin)

Setelah itu aku pilih jalan di samping kiri seorang laki-laki berbadan besar untuk tameng lengan kanankubeberapa putaran aman, tapi pas sudah putaran keenam tinggal satu putaran lagi, kaki kananku bersenggolan dengan kaki wanita dari arah belekangwaduh!!

Tapi anehnya pada umrah ataupun sekedar thawaf berikutnya yang aku tidak mikirin takut senggolan, tak satu kalipun aku senggolan dengan wanita apalagi dipengang lenganku

Setiap kali orang mengunjungi Kabah hampir bisa dipastikan ada keinginan untuk bisa mencium Hajar Aswat, begitupun aku. Tapi berulang kali melintasinya aku lihat orang berebutan, tarik, tarikan, dorong dorongan, akupun membuang keinginan untuk bisa mencium batu hitam tersebut. Mencium Hajar aswat adalah sunah, begitu mencium dengan isyarat juga sunah, jadi ya mending Kiss by sajalah daripada harus menyakiti atau disakiti orang lain. Itulah prinsipku saat itu tak akan mendholimi orang tapi juga berharap tidak didholimi, tak akan merugikan orang lain dan berharap tak akan dirugikan orang lain.

Ternyata sobat dengan prinsip tak akan mengusik orang lain dan tak ingin diusik itulah aku menuai hasilnya. Ketika secara tiba-tiba peciku jatuh di tengah gelombang orang yang selalu berputar itu aku sudah membayangkan peciku habis diinjak-injak orang banyakTapi Masya Allah seseorang tidak dikenal tiba-tiba mengambilkan peciku dan mengebalikanya padaku. Alhamdulillah. Begitupun ketika sehabis sholat Maghrib HPku ketinggalan dan aku sudah berjalan cukup jauh, ketika aku berhenti untuk minum air Zam zam, lagi-lagi seseorang tak kukenal datang megulurkan HP yang ternyataHPku yang ketinggalan di tempat sholatku tadi! Alhamdulillah.

Jangan juga bilang di sana orangnya gak sopan-sopan main pegang kepala ketika melewati barisan orang duduk, mungkin benar karena kondisinya memang berdesakan dan tak ada yang buat pegangan ketika harus melangkahi barisan orang duduk. Tapi sungguh aku menemui lain lagi ketika aku duduk bersila di dalam shaf memang orang berlalu-lalang, namun ketika tangannya menyenggol kepalaku, (padahal gak sengaja), orang tersebut berhenti dan meminta maaf dulu sambil menjabat tanganku (padahal orang Arab/ Turki), Alhamdulillah.

O ya sobat, kalau beribadah umroh, ternyata lebih nikmat kalau thawaf dan Sai dilakukan tidak terburu-buru sesuai saja irama kita sendiri, biarkan saja ketinggalan atau terpisah jamaah kita. Karena kita bisa lebih khusuk berdoa tiap langkah kaki kita, kita tenangkan dan nikmati saja indahnya dialog dengan pemilik rumah, sang pemilik alam semesta, bukankah kita memang sedang bertamu saat itu? Jadi biarkan saja mereka meninggalkan kita (sebaiknya bukan umrah yang pertama kali datang, biar gak keder). Karena itu mantapkan urutan dan tata caranya (manasik) sebelum berangkat agar tidak harus dag-dig-dug nyariin pembimbing atau jamaah kita. Ibadah umroh kan ibadah individual, bukan seperti sholat jamaah yang kita memang harus ngikut setiap gerakan imamnya. Yang penting khusuk, benar caranya dan tidak merepoti orang lain.

Iya benar sobat, berdasar pengamatanku yang bikin kisruh itu karena orang harus selalu solid dalam rombongan, akupun merasakan terpaksa harus jalan zikzak agar bisa mengejar jamaahku, aku jadi terpaksa terus melihatin mereka. Jadi mana bisa aku khusuk berdoa, bagaimana mungkin aku bisa sambil mengingati dosa-dosaku untuk aku mintakan ampun kepada-Nya. Pembimbingkan sudah hafal doa-doanya dan sudah berulang kali thawaf, jadi aku yang harus mengingati doa, tak bisa merasakan getaran aura kekhusukan ibadah apabila harus berjalan cepat seperti mereka.

Akhirnya biarin sajalah terpisah dari jamaah (toh kalau ketinggalan banyak kok orang Indonesia di sana yang bisa kita tanyaiin) yang penting aku bisa dialog mesra dengan Sang Kholiq, curhat masalah-masalahku dan mengungkapkan semua keinginanku kepada-Nya. Selagi kita bertamu bukankah lebih baik konsentrasi saja bercakap-cakap dan terus menghadapkan hati dan pikiran kepada Sang Pemilik rumah. Labaik Allahuma labaik.aku penuhi panggilanMu ya Allah dan aku ingin hanya bercakap-cakap padaMu, aku hanya memohon pada-Mu, bukan rumah tua ini, bukan batu hitam dipojokan itu, everything nothing but Allah only!


TAGS umroh tips umroh tata cara umroh umroh nyaman


-

Author

Seseorang yang ingin berbagi pengalaman atau ide lewat tulisan

Follow Me