Beberapa hari yang lalu di facebook ku tiba-tiba ada seorang bule, ingin dikonfirmasi sebagai teman. Aku lihat profilnya gak jelas karena ia hanya berbagi informasi kepada yang sudah menjadi teman saja. Karena ada sekitar 40 teman yang sama maka aku terima saja sebagai teman, mungkin suaminya teman atau temenya temen, tak masalah toh gratis dan tak kena pajak ini….
Dua hari yang lalu sepulang kantor sambil menikmati teh manis hangat melepas lelah aku iseng online, periksa kalau kalau ada sapaan atau info penting di facebook ku, eh tiba-tiba sang bule menyapa untuk chatting “Hey… are you there?” Waduh kena deh….. biasanya aku tak suka lama-lama fesbukan, mending googling, baca berita online atau blog walking yang jelas lebih banyak memberi nilai tambah. Tapi tak sopan ditegur orang lalu kita cuek, ah itung-itung nglancarin bahasa Inggris boleh juga nih ngobrol sama si bule. baca selengkapnya

RA Kartini
Kemarin ketika aku hendak pulang ke Semarang, istriku menelpon minta dibawain jas kecil agar bisa dipakai Ihsan (anakku yang TK) pada hari Kartini. “Di sekolah mau ada acara, anak-anak perempuan memakai kebaya dan laki-laki menyesuaikan…” begitu alasan istriku. Acaranya fashion show terus arak-arakan pakai mobil kelinci keliling komplek.
Tanggal 21 April memang diperingati sebagai hari Kartini, hari emansipasi wanita Indonesia. Kebetulan bunda Kartini memang berkostum kebaya. Jadi untuk mengenang perjuangan RA Kartini orangpun ‘memiripkan diri’ dengan penampilan fisik bunda Kartini dengan berkebaya ria. baca selengkapnya

simpanan???
Baru baru ini buku pelajaran kelas 2 SD yang berisi cerita tentang istri simpanan ramai dibicarakan. aku termasuk orang yang menyesalkan beredarnya bacaan seperti itu di kalangan anak-anak SD. Anak usia SD adalah ibarat kertas kosong yang sangat bergantung kepada norma apa yang akan diterimanya. Jika dalam usia tersebut sudah dikenalkan pada ‘budaya’ keluarga rusak maka dia akan menerimanya sebagai ‘kewajaran’ dalam melihat tatanan keluarga yang rusak. Bahkan repotnya lagi ternyata tak cuma ‘istri simpinan’ tapi juga urusan rebutan wanita dan sadisme sudah masuk dalam ‘pelajaran’ SD. Naudzubillah min dholik! baca selengkapnya

loe gue end!
Tidak nyaman dengan keberadaan tikus di rumah Anda? Samalah… dan aku yakin hampir semua orang tidak suka dengan kehadiran tikus di rumahnya. Betapa tidak ia tidak terdaftar di kartu KK atau melapor menginap di rumah kita kepada ketua RT, tapi seenaknya bergabung dan tinggal di rumah kita, bahkan melakukan beberapa tindakan tidak terpuji. Menggingitin kabel listrik, selang gas, saluran air mesin cuci, daun pintu, melobangi lemari, mencuri makanan dan sering meninggalkan bau yang minta ampun, nyebelin pokoknya. baca selengkapnya

stop anarkis!
Kemarin ketika sholat maghrib jamaah di masjid HPku bernyanyi 3x karena ada sms masuk. Aku merasa bersalah karena mengganggu ke khusukan jamaah lain. Seusai sholat aku baca, 2 sms dari ortu dan 1 sms dari anakku. Anakku sms tentang hasil psikotest di sekolah dan ibuku sms yang intinya “JANGAN IKUT DEMO dan pergi-pergi dulu… keadaan kacau dan berbahaya! baca selengkapnya
Batik Indonesia adalah suatu peninggalan budaya yang unik sekaligus menarik. Konon, jaman dahulu batik juga dipakai sebagai lambang status sosial seseorang. Semakin rapi dan rumit detail suatu batik yang dikenakan seseorang semakin tinggi pula gengsi orang tersebut. Karena itu tak heran bila motif batik pakaian raja-raja Jawa jaman dulu tak boleh dipakai oleh sembarang orang. baca selengkapnya
Hari ini umat Hindu sedang merayakan pergantian tahun baru Saka (Isakawarsa). Namun tak seperti pergantian tahun baru masehi yang diawali dengan letusan kembang api mahal yang hanya dibakar dalam hitungan detik. Tahun baru ini diawali dengan penghentian semua aktivitas keduniawian, seperti tidak memasak, tidak menyalakan lampu (amati geni), tidak menonton hiburan (amati lelanguan), tidak berpergian (amati lelungan) dan tidak bekerja (amati karya). Terus.. ngapain dong? Pertanyaan itu pernah juga aku tanyakan kepada teman kantorku, Wayan, seorang penganut Hindu yang taat. “Ya kita, berdoa, merenung dan medekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa” “Oo… gitu ya”. baca selengkapnya
Ihsan anakku yang bungsu lahir dan (sedikit) dibesarkan di Tangerang. Ketika itu meskipun sesama orang Jawa, aku dan istriku menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi di dalam keluarga. Karena tumbuh di lingkungan tidak berbahasa Jawa anak-anaku pun menjadi sangat minim perbedaharaan bahasa Jawanya, meskipun mereka mengaku sebagai orang Jawa.
Suatu saat istriku harus pindah ke Semarang karena suatu alasan. Sesuai kesepakat bersama, anak-anakpun ikut serta pindah ke Semarang.
Di kota Semarang penggunaan bahasa Jawa masih sangat kental, baik di lingkungan masyarakat maupun kegiatan formal, semacam di kantor ataupun di sekolah. baca selengkapnya…

Pesan moral :
Kata-kata mudah dipelesetkan, karena itu bijaksanalah dalam menerima berita
Di undangan jelas-jelas tertulis acara dimulai pukul 8.00 WIB. Itu artinya jam 08.00 WIB tet, acara harus segera dimulai. Tapi kenyataanya masih kurang dari separo undangan yang datang, itupun kalau panitia juga dihitung. Seksi acara masih terlihat santai-santai saja, bahkan keluar lagi untuk mengobrol dengan beberapa orang yang masih di luar, ada yang menunggu teman ada juga yang masih ingin menghabiskan sisa rokoknya. Setelah lebih dari sepuluh menit aku protes, aku datangi ke pembawa acara, menanyakan kenapa belum juga dimulai? “Nantilah Pak, masih banyak yang belum datang, kita tunggu setengah jam lagilah….”. baca selengkapnya
Komentar Terakhir